Minggu, 13 Maret 2011

bahan bahan polimer

Bahan – bahan Polimer
Pengertian
          Bahan polimer adalah suatu bahan rekayasa bukan logam (non-metalic material)  yang penting. Saat ini bahan tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan subtitusi untuk logam terutama karena sifat-sifatnya yang ringan, tahan akan korosi dan kimia dan murah, khusunya untuk aplikasi pada temperature murah. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah mempunyai daya hantar listrik dan panas yang rendah, kemampuan meredam kebisingan , warna dan tingkat transparan yang bervariasi, kesesuaian desain dan manufaktur.
Istialah polimer untuk menggambarkan bentuk molekul raksasa atau rantai yang sangat panjang yang terdriri dari unit kecil yang berulang-ulang. Molekul tunggal penyusun polimer dikenal dengan istilah monomer. Polyethylene, misalnya, adalah salah satu jenis bahan polimer dengan rantai
linear sangat panjang yang tersusun atas unit-unit terkecil (mer) yang
berulang-ulang yang berasal dari monomer molekul ethylene. Monomer memiliki ikatan kovalen tak jenuh (ikatan ganda) sedangkan
pada mer ikatan tersebut menjadi aktif atau ikatan kovalen terbuka dengan
elektron tak berpasangan.
Bahan organic alam yang mulai dikenal sejak tahun 1866, yaitu denghan digunakannya polimer cellulose. Bahn organic buatan mulai dikenal tahun 1906 dengan ditemukannya polimer Phenol Formaldehide atau Bakelite, hingga saat ini masih digunakan untuk berbagai keperluan.  Menggunakan bakelit untuk memegang (mounting) specimen metalografi dari sampel logam yang akan dilihan struktur mikronya di bawah mikroskop optik reflektif.
          Plastik oleh masyarakat awam sebagian besar disebut bahan polimer. Istilah tersebut berasal dari kata Plastikos yang berarti mudah dibentuk dan dicetak. Teknologi modern plastic dimulai tahun 1920 –an, yaitu dimulai dengan digunakannya polimer yang berasal dari produk derivative minyak bumi, seperti Plyethylene. Salah satu jenis plastic yang sering kita jumpai adalah LDPE ( Low Density Poly Ethylene) yang banyak digunakan sebagai pembungkus yang lunak dan sangat mudah dibentuk. Di samping pembagian di atas, yaitu natural polymer yang berasal dari alam (misalnya cellulose) dan synthetic polymer yang merupakan hasil rekayasa manusia (misalnya bakelite dan plyethylene), polimer umumnya dikelompokkan berdasarkan perilaku mekanik dan struktur rantai atau molekulnya. Polimer thermoplastik, misalnya polyethylene, adalah jenis polimer yang memiliki sifat-sifat thermoplastik yang disebabkan oleh struktur rantainya yang linear (linear), bercabang (branched) atau sedikit bersambung (crosslinked). Polimer dari jenis ini akan bersifat lunak dan viskos (viscous) pada saat dipanasikan dan menjadi keras dan kaku (rigid) pada saat didinginkan secara berulang-ulang. Sementara itu, polimer thermoset (termosetting), misalnya bakelite, hanya melebur pada saat pertama kali dipanaskan dan selanjutnya mengeras secara permanen pada saat didinginkan. Polimer jenis ini bersifat lebih keras dan kaku (rigid) karena strukturnya olemkulnya yang membentuk jejaring tiga dimensi yang saling berhubungan (network). Polimer jenis elastomer, misalnya karet alam, memiliki daerah elastis non linear yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya sambungan-sambungan antar rantai (cross links) yang berfungsi sebagai ’pengingat bentuk’ (shapememory) sehingga karet dapat kembali ke bentuknya semula, pada saat beban eksternal dihilangkan.
Proses Pembentukan Polimer
Proses pembentukan rantai molekul yang raksasa polimer melibatkan rekasi yang kompleks. Proses Polimerisasi dikelompokkan menjadi dua jenis reaksi, yaitu ; (1) Polimerisasi aditif, dan (2) polimerisasi kondensasi (condensation). Reaksi adisi berlangsung secara cepat tanpa produk samping (by- product) sehingga sering disebut pertumbuhan rantai (Chain Growth). Sedangkan polimerisasi kondensasi seperti pembentukan bakelit dari dua buah mer berbeda, berlangsung thap demi tahap (Step Growth) dengan menghasilkan produk samping, misalnya molekul air dikondensasikan keluar.
Proses pembentukan polimer berlangsung 3 tahap, yaitu : (1) Inisiasi, (2) adisi atau pertumbuhan rantai, dan (3) terminasi. Untuk memulai proses ethylene, ditambahkan H2o2 Sehingga terjadi pemutusan ikatan kovalen antar oksigendalam molekul hydrogen Peroksida dan ikatan kovalen antar karbon dalam molekul ethylene.

Sifat – Sifat Bahan Polimer
1.    Mampu dicetak dengan baik
2.    Produk yang ringan dan kuat dapat dibentuk
3.    Banyak diantara polimer bersifat isolasi listrik yang baik
4.    Baik sekali dalam ketahanan air dan ketahanan zat kimia
5.    Produk yang sifatnya berbeda dapat dibuat tegantung cara pembuatannya
6.    Umumnya polimer lebih murah
7.    Kurang tahan terhadap panas
8.    Kekerasan permukaan yang sangat kurang
9.    Kurang tahan terhada[ pelarut
10. Mudah termuati listrik secara elektro satatic
11. Beberapa bahan tahan abrasi atau punya koefisien gesek kecil

4 komentar: